RAJAB DAN KENAIKAN KELAS KEHIDUPAN



Alhamdulillah sahabatku..kita sampai lagi dengan bulan Rajab, salah satu bulan yang sangat mulia, dimana Rasulullah melakukan banyak sekali amalan pada bulan Rajab, bulan Rajab juga dinamakan sebagai bulan persiapan menuju Ramadhan, oleh karena itulah pada bulan ini penting sekali bagi kita untuk mempersiapkan diri menuju Ramadhan yang agung. salah satu persiapan adalah dengan mencoba untuk introspeksi diri dahulu tentang apa saja yang telah kita lakukan selama satu tahun belakangan, apa saja yang telah kita perbuat untuk saudara, tetangga dan saudara sebangsa, lebih lagi apa yang telah kita sebarkan melalui media sosial, ini penting diutarakan media sosial karena segala sesuatu berkaitan dan media sosial sudah seperti kebutuhan manusia. oleh karena itulah penting untuk muhasabah diri mungkin selama ini tanpa kita sadari telah menyebarkan berita-berita yang kurang pantas, menyebarkan berita tanpa klarifikasi dan tabayyun yang menyebabkan kegaduhan dan menyebabkan ketidakharmonisan sesama saudara muslim dan sebangsa. Maka di bulan Rajab merupakan kesempatan yang sangat baik untuk memperbaikinya, karena bulan Rajab merupakan bulan yang sangat mulia.  Nabi Muhammad SAW bersabda :

الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا ، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ

”Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadal (akhir) dan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 3197 dan Muslim no. 1679)

Marilah kita manfaatkan bulan Rajab ini untuk bermuhasabah,  mengintosfeksi diri akan hal yang sudah jiwa kita lakukan. dan semoga saja kita diberikan kesempatan untuk berjumpa dengan Ramadhan, dalam kondisi bersih, lebih rajin beribadah serta meningkatnya keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, dalam kadaan sehat wal'afiat. salah satu amalan yang dianjurkan untuk dibaca pada bulan Rajab adalah membaca istigfar sebanyak-banyaknya dengan membaca :

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ وَأَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَعْتَرِفُ بِذُنُوبِي فَاغْفِرْ لِي ذُنُوبِي إِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

“Ya Allah, Engkaulah Tuhanku. Tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau sudah menciptakanku, dan aku adalah hamba-Mu. Aku akan berusaha selalu ta’at kepada-Mu, sekuat tenagaku Yaa Allah. Aku berlindung kepada-Mu, dari keburukan yg kuperbuat. Kuakui segala nikmat yang Engkau berikan padaku, dan kuakui pula keburukan-keburukan dan dosa-dosaku. Maka ampunilah aku ya Allah. Sesungguhnya tidak ada yg bisa mengampuni dosa kecuali Engkau.”

Bacaan istgfar harus terus dilantunkan bukan hanya ketika selesai melaksanakan ibadah namun bacalah setiap saat sehingga kita semakin dekat dengan Allah dan meresapi makna dari istigfar tersebut, karena sejatinya hanya kepada Allah lah tempat kita akan kembali dan tiada daya upaya yang dapat kita lakukan melainkan atas kehendak Allah SWT.

Perbaikan diri dengan istigfar harus juga dibarengi dengan puasa sunnah, amalan puasa ini dapat menjadikan diri lebih dapat menahan emosi dan godaan syetan yang dapat menjerumuskan diri dari dosa. Maka puasa dibulan rajab menjadi istimewa dikarenakan bulan rajab juga bulan yang dimuliakan, terkait puasa dibulan rajab, terdapat sebuah hadist yang berbunyi :

حدثنا عثمان بن حكيم الأنصاري، قالسألت سعيد بن جبير عن صوم رجب ونحن يومئذ في رجب، فقالسمعت ابن عباس رضي الله عنهما يقولكان رسول الله صلى الله عليه وسلم يصوم حتى نقول لا يفطر، ويفطر حتى نقول لا يصوم

Artinya, “Utsman bin Hakim al-Anshari berkata, ‘Saya pernah bertanya kepada Sa’id Ibnu Jubair terkait puasa Rajab dan kami pada waktu itu berada di bulan Rajab. Said menjawab, ‘Saya mendengar Ibnu ‘Abbas berkata bahwa Rasulullah SAW berpuasa (berturut-turut) hingga kami menduga Beliau SAW selalu berpuasa, dan Beliau tidak puasa (berturut-turut) sampai kami menduga Beliau tidak  puasa,” (HR Muslim).

Puasa sunnah pada bulan rajab ini adalah sebagai proses mendekatkan diri kepada Allah ta’ala serta dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. selain itu, puasa juga dapat kita jadikan waktu untuk introspeksi serta memperbaiki segala kesalahan yang telah kita perbuat.

Amalalan selanjutnya adalah memperbanyak salawat kepada rasulullah, salawat yang tercurahkan kepada baginda nabi muhammad Saw tentu akan membawa banyak sekali kebermanfaatan terlebih pada bulan rajab yang jatuh pada hari jumat seperti sekarang ini, dalam hal ini Rasulullah bersabda :

“Sesungguhnya hari yang paling utama bagi kalian adalah hari Jum’at, maka perbanyaklah shalawat kepadaku di dalamnya, karena shalawat kalian akan disampaikan kepadaku”.Para sahabat berkata, “Bagaimana ditunjukkan kepadamu sedangkan engkau telah menjadi tanah?” Nabi bersabda,“Sesungguhnya Allah mengharamkan bumi untuk memakan jasad para Nabi” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah).

Pada bulan rajab ini, sebagaimana yang telah disebutkan bahwa sebagai salah satu bulan mulia, maka marilah bersama-sama kita menjadikan momentum ini untuk memperbanyak doa. Rasulullah bersabda :

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut hari Jum’at kemudian berkata, “Di hari Jum’at itu terdapat satu waktu yang jika seseorang muslim melakukan shalat di dalamnya dan memohon sesuatu kepada Allah Ta’ala, niscaya permintaannya akan dikabulkan.” Lalu beliau memberi isyarat dengan tangannya yang menunjukkan sedikitnya waktu itu. (HR. Bukhari dan Muslim).

Doa yang terpanjatkan sebaiknya juga selalu diiringi dengan memperbanyak zikir sehingga dengan memperbanyak doa dan zikir kepada Allah SWT niscaya akan semakin bertambahlah pahala kebaikan yang akan kita raih.

sahabatku yang baik hatinya. begitu juga dalam bulan rajab ini apakah kehidupan kita berubah, berkembang dan naik menuju keridlaan Allah. apak shalat kita meningkat nilainya sehingga berbuah kebaikan-kebaikan yang kita terima untuk pribadi lebih-lebih untuk orang lain. kalaupun meningkat alhamdulillah dan kalaupun belum ayo niatkan untuk dapat meningkat. naik ke jenjang yang lebih tinggi,

mi'raj adalah shalat, shalat adalah peningkatan dari lahiriah menuju bathiniyah. ayo meningkat danterus pertahankan peningkatannya. barakallahu lii walakum


Komentar